Ketelanjangan Cinta 

TelanjangKita semua mendambakan keterbukaan, kita sudah bosan kemunafikan dalam semua hal. Makanya media media yg membuka rahasia rahasia akan laku keras. 

Persis saat saya membuka sebuah peristiwa gaib di tahun 2011 lalu. Makhluk gendheng bernama babi ngepet di sebuah daerah yang tidak bisa saya sebutkan disini. Makhluk Tuhan yg tersesat karena ketidaktahuannya. Semua hal bagi saya itu gaib. Analoginya seperti ketika saya tidak tau brp jumlah like yg ada di postingan ini nantinya. Saya benar benar tidak tau, itu lah gaib. Sesuatu yg tidak bisa saya ketahui pasti. 

Hampir 2 minggu berita gaib itu saya tulis sejujur-jujurnya, setelanjang mungkin. Media laku keras, semua orang menanti tulisan dan foto foto saya. Media mana yang mau menampung hal gaib seperti ini? Beruntung media saya saat itu mau menampungnya tanpa edit sedikitpun tulisan saya. Masyarakat umum tidak akan tau siapa saya. Bahkan warga di daerah itu tidak bisa tau bahwa saya juga menjadi gaib. Hanya orang orang tertentu yg boleh “melihat” siapa saya. Banyak hal hal terbuka yg hanya diketahui segelintir orang dari peristiwa itu. 

Lantas tidak menjadikan saya sombong. Justru Saya menjadi faham, karena ternyata tidak mungkin semua hal bisa tertuliskan utuh, lengkap 100% dengan berita, dengan kata kata dan foto. Seperti saat kita bersatu (berpelukan), itu tidak benar benar menyatu bukan? Hanya kurang dari 30% kulit kita saja yg menempel. Lalu rambut, daging, otot tulang, apa juga menyatu? Karena itu bagian tubuh kita. Seperti juga video yg diberitakan, pasti ada nuansa nuansa yg tidak bisa terberitakan sebagaimana jujurnya. Saya sadar, bahwa tidak ada hal yg bisa utuh menyatu kecuali dengan “ketelanjangan cinta”. 

Iklan

My First Post

first post copy

Assalamualaikum. Hore! tahun baru .. hepi nyuyer  Akhirnya posting pertama saya tercapai juga di tahun baru, (+7 sih)  Ternyata sekarang udah tanggal 7 Januari 2015  Kemarin sih malam tahun Tahun baru ngecamp di Gunung Purba, Nglangeran, Wonosari. Yah, berempat doank sih, sama 2 temen cowok dan 1 pacar (emang punya satu keles ).

Setelah 2 hari “mblayang” (my trip my adventure). Pulang-pulang malah badan ngedrop, dan akhirnya sakit juga. Parahnya, malah dikatain sama ibu saya, “Salahe kementhus, munggah gunung mbarang”. Duh.. padahal gunung-gunung kelas bawah, bukan merbabu, sindoro dan sejenisnya. Udah udah, kembali ke topik aja 

Blog ini sebenarnya udah lama saya buat. Kalau nggak salah sih 5 bulan yang lalu deh. Cuma saya masih belum tau mau dipakai buat apa nih, belum perlu juga saat ini punya blog pribadi. Masih mau focus dulu di project media online yang belum terselesaikan  . Dari pengalaman saya selama kurang lebih 2 tahun menjelajah dunia internet, ternyata blog itu cuma sosmed (sosial media) toh? . Jadi digunakan untuk kepentingan pribadi saja. Layaknya sosmed lain seperti facebook, twitter dll. Lihat aja Top of Blog terpopuler di wordpress ini botd.wordpress.com.

Gimana? Blog-blog teratas sebagian besar cuma blog pribadi kan? Cuma setelah berkembangnya waktu dari tahun ke tahun, media online ini digunakan secara Profesional oleh publisher untuk mencoba sedikit keberuntungan. Blog mereka dikelola dengan sangat baik dan topik terarah untuk dapat earning (menghasilkan uang). Kalau saya lebih suka menyebut blog seperti itu adalah website, walaupun berbasis blog di wordpress. Kapan-kapan saya bahas lebih jauh deh soal dunia blogging 

Hello! My Name is Dicko Purnomo

dicko purnomo
Lokasi : Sikunir Wonosobo

Kayak perkenalan di kelas aja Baby Soldier emoticon.. haha.  Terus terang aja nih, saya itu orangnya pemalu. Lagian nyeritain diri sendiri itu rasanya aneh, agak lucu-lucu gimana gitu. Entah lewat lisan maupun tulisan, sepertinya saya masih belum terbiasa nih (kecuali foto selfie)  Tapi nggak apa-apa lah, lagian hanya di posting pertama ini saja kan.

Dicko Purnomo adalah cowok asli Jawa bernama lengkap Edy Eko Purnomo. Bisa dibilang, ini nama beken atau nama branding. Tergantung kalian saja yang menilai. Seperti Halnya Joko Widodo yang populer disebut Jokowi  . Saya biasa dipanggil Dicko, tapi luar biasa dipanggil Agan Dicko. Kenapa luar biasa? Karena mereka yang panggil saya dengan sebutan “agan dicko” adalah orang yang luar biasa berarti bagi saya. Kok gitu? Soalnya, dia pasti pelanggan saya Baby Soldier emoticon haha… Nanti tak ceritain deh saya jualan apa aja 

Saya Lahir di Magelang, 16 Maret 1989. Putra pertama dari Bapak Mudjiman dan Ibu Sunarti. Sejak kecil saya sudah kagum dengan hal berbau militer. Gimana ya? Saat usiaku balita, Pak tentara yang aku lihat sepertinya sangat keren sekali. Dia punya senjata dan berani perang Baby Soldier emoticon. Wih, keren coy  Ada cerita kayak gini. Pernah waktu itu saat memperingati Hari Kartini di TK saya, yaitu TK Putra IV, Kalau yang lain memakai pakaian adat, cuma saya sendiri yang memakai pakaian TNI dengan Pede layaknya tentara yang sedang bertugas Baby Soldier emoticon Hmm.. aneh juga ngeliat fotonya. Kok bisa-bisanya? Gemblung.. Baby Soldier emoticon .

Educations

  • TK Purtra IV – Magelang (1994 – 1996)
  • SD Negeri Wates I – Magelang (1996 – 2001)
  • SMP Negeri 3 – Magelang (2001 – 2004)
  • SMK Kristen 2 – Magelang (2004 – 2007)
  • STMIK Bina Patria – Magelang (2009 – saat ini )

Jobs (pernah menjadi)

1. Pernah menjadi anak band selama hampir 2 tahun lamanya

dicko
foto: seperti boyband, njir!
foto: Masih sekelas TVRI aja

Saat itu baru lulus SMK, berharap punya uang dari hasil maen gitar. Maen sana sini, ikut EO juga. Lalu bikin lagu Mars buat sekolahan di jatim. Bangun studio. Alhasil kandas juga, gegara si tante manager maen hati sama saya 

2. Pernah menjadi karyawan fotocopy selama 1 hari

Jadi waktu itu setelah pensiun ngeband, saya ditawarin kerjaan sama temen band juga. Tempat dia kerja butuh karyawan baru. Akhirnya masuk deh, tapi gegara sakit tifus kambuh terus resign 

3. Pernah punya usaha design grafis kecil-kecilan

Namanya Castillo. Saat itu saya join sama temen (Amir Nahdi – Vocalis Anti Acne). Sebenarnya dari awal, dia (amir) bangun usaha sendirian aja. Saya kesana cuma maen dan nongkrong. Gimana gak betah, pelangan cewek, banyak juga model. Saat itu saya cuma diminta tolong bantu ngantar Amir kesana-sini. Soalnya tuh bang Amir ini gak bisa bawa motor . Saya biasa nganter beli perlengkapan seperti kertas cetak, tinta printer, sampe nongkrong juga saya yang anter. Pokoknya apapun deh saya yang nganter dia, bahkan family dia juga. Soalnya saya cuma bisa bantu itu aja. Saya ini buta sekali soal komputer, Jangankan design grafis, saya tau kalau foto bisa di edit-edit aja udah “gumun” alias heran. Maklum, saya lulusan teknik otomotif, jadi taunya edit carburator

Setelah kurang lebih berlangsung 5 bulan seperti itu dan sering lihat cara kerja 2 software keren itu, saya pun akhirnya di ajarin sama Amier. Pada akhirnya sedikit demi sedikit saya bisa bantu kerjaan dia. Tak lama kemudian, kita sepakat joinan karena usaha ini butuh modal yang lebih besar supaya cepat maju. Karena saat itu cuma ada 1 komputer aja di toko, seperangkat komputer bekas milik saya yang ada di rumah segera saya pindahkan ke toko.

Setelah tiap hari “bercinta” dengan software ini, saya pun mulai merasa expert. Juara 1 lomba design grafis tingkat kampus pernah saya “nodai” dengan mudahnya. Dosen mata kuliah Design Grafis pun nggak ada apa-apanya (kata temen ).

gambar ini juara 1. Thema bebas, tanpa import gambar

Singkat cerita, usaha kita mulai goyah di tahun kedua setelah Amier di kontrak sama Mas Anang dan dia pun hijrah ke Ibu Kota. Sakitnya tuh disini!  Saya pun ditinggal sendirian bangun usaha. Belum lagi dapet kasus pornografi juga, gegara ada pelanggan cetak foto bugil sama pacarnya. Ampun deh, 2 komputer diangkut sama tante-tante ResKrim Polres sebagai barang bukti. 2 minggu baru dibalikin, shit!  Dan banyak lagi problem lain dan kita sepakat dan fix, mending close aja. 

4. Pernah menjadi salesman regulator bluegas dan di Ungaran

Saat itu biaya kuliah semester saya nunggak 2 semester. Berbekal hati kagol kuliah, saya pun mengambil tawaran kerjaan temen. Merasa ngeri juga jadi sales door to door, jalan kaki, panas bawaan berat. Akhirnya kutak sanggup lagi, menerima semuanya … 

5. Pernah menjadi wartawan di Magelang Ekspress (Jawapos Group)

foto: dicko
Foto: dicko & rif

Saat itu dipikiran cuma satu, pengen bisa nulis dan membela rakyat kecil tanpa melihat besarnya gaji. Kalimat yang saya ingat waktu panggilan kerja wawancara di kantor adalah “Kalau mau cari gaji besar, jangan jadi wartawan”. Saya Sementara soal pengambilan foto jurnalistik, sedikit-sedikit saya sudah faham. Berita-berita ringan saja yang sering angkat. Tapi favorit ya kalo liputan konser band dan kuliner. Semua gratis dan bebas akses. Wkwkwk 

Jadi wartawan itu disegani semua kalangan ternyata. Dijalan, ada polantas & lakalantas yang pasti menjadi tiba-tiba sopan. Dikantor kepolisian, selalu dijamu Kabag seperti tamu penting aja. Dalam dunia pendidikan, wah pasti malahan kita dicari terus buat liputan di sekolahnya deh. Apalagi masyarakat umum, pasti heran. Maklum aja, mungkin di 1 kecamatan yang berprofesi wartawan cuma 1 orang aja 

Profesi yang menyenangkan ini harus saya bayar mahal dengan kerja keras. Tuntutan 3-4 berita perharinya dari redaktur menjadi hal paling berat. Ya, perhari. Gila kan, tiap hari dari pagi jam 8 biasanya baru kelar jam 7 malem. Belum lagi kalo malam hari ada kejadian seperti kecelakaan, kebakaran, curanmor dll. Harus stanby juga, kemanapun kamera nempel terus deh.

Lama-lama capek. Kalau saya kalkulasi, ternyata gaji mingguan dari kantor minim banget, jauh dibawah UMR. Kurang lebih 600 ribu kalau dijumlahkan dalam sebulan  Saya pun akhirnya harus putar otak cari tambahan uang. Bermainlah saya pada berita-berita yang mengandung unsur kritikan-kritikan pedas namun bukan politik. Waw, sangat menggiurkan ternyata. Salam tempel selalu saya dapatkan. Mulai dari kepala dinas, kepala sekolah, kasatlantas, kapolsek dan pejabat-pejabat lainnya. Kalau ditotal bisa 3-5 kali lipat dari gaji kantor. Singkat cerita, saya resign di bulan ke-6. Saya nggak mau tergiur “uang panas” dan juga kuliah saya jadi berantakan gara-gara jarang ikut kuliah.

Akhirnya saya menjadi pengangguran dan menekuni bisnis online dari rumah sampai saat ini. Besuk akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya ya … thanks 🙂

Salam kenal, Temanmu

        

Dicko Purnomo