Kok Menanam Bibit Besi

Sunda RancabaliHolland tourism in Sunda Rancabali (@bengalano
Kalau negara bukan penghasil kopi bilang “cafein tinggi itu buruk”, maka saya memilih minum kopi dengan cafein tinggi.

Kalau negara bukan penghasil tembakau bilang “nikotin tinggi itu buruk”, maka saya memilih tembakau dengan nikotin tinggi. 

Cara berbisnis negara negara bukan penghasil kopi adalah menciptakan “alat-alat kopi” modern dan terus berinovasi, karena mereka sadar diri, negaranya tidak bisa berbisnis dengan menghasilkan kopi. 

Ini bukan hanya perihal tembakau dan kopi saja, semua hasil bumi juga seperti itu. 

“Namanya juga bisnis”

“Semakin bisnis itu maju, semakin banyak hutangnya”

“Pemodal lebih besar selalu menguasai bisnis”

“Penguasa bisnis tertinggi selalu pencipta bisnis itu sendiri”

Puisi petani
“Pertanian adalah soal maju mundurnya suatu bangsa” – Soekarno

Sekarang negara japan menjadi negara maju penghutang terbesar di dunia. Lha kalau semua negara negara hutang, pertanyaannya “Hutang pada siapa?” Ya dengan panitia belakang panggung yang ternyata orangnya hanya itu itu saja.
Jadi tak perlu heran dengan kemajuan teknologi negara negara itu, nyatanya dari dulu bisnisnya tidak ada yang benar benar berubah kan?

Kok malah kita mau adopsi cara cara bisnis negara japan, Yunani, Italia, china, Amerika itu. 

“Kok malah menanam bibit besi”

“Kok malah memupuk dengan batu bata”

“Kok malah menutup siraman dengan genteng”

“Kok malah menganti sawah menjadi rumah mewah”

Iklan

Apa beda Negara dan Pemerintah?

negara-dan-pemerintah
TKI

Keluarga tidak sama dengan rumah tangga. Bendahara tidak sama dengan kasir. Negara tidak sama dengan pemerintah. Ada lembaga negara dan ada lembaga pemerintah. Kok pak lurah, lha wong setingkat Yusril dan Mahfud Md, M Busyro aja masih bingung bedanya Negara dan pemerintah. Apalagi saya :v

CONTOH

  1. Pegawai di kantor kabupaten adalah pegawai negara / lembaga negara (permanen sampai pensiun)
  2. Bupatinya adalah pegawai pemerintah/lembaga pemerintah (TKI sementara, 5 tahun)
  3. Gedungnya milih negara, bukan pemerintah.

Kesimpulan:

Pegawai negara tidak perlu taat kepada Bupati, tapi wajib taat kepada UU Negara. Tapi kenyataannya pegawai negara manut manut saja diperintah ini itu. Yo piye neh, daripada dipecat. Nah berhubung pegawai manutan karena takut, maka dibuatlah nama PNS (Pegawai Negeri Sipil), bukan Pegawai Negara. Makanya di pelototi sitik karo atasan wes gilo setengah modyar :v

Wejangan Gaib:

Percaya tidak percaya, kata negeri dan negara masing-masing akan menghasilkan sudut pandang yang berbeda, terlebih jika didengar berulang ulang selama bertahun-tahun. Beruntung pegadaian negeri dan kas negeri sudah diubah menjadi negara. Ya Alhamdulillah ya (sitik) :v

Jadi, Apa beda Negara dan Pemerintah?