DIPERKOSA MACAN

Memang betul, server database E-KTP kita sudah ada di tangan macan. Jadi macan sudah punya seluruh data personal kita. Data hampir 300 juta makhluk di hutan rimba ini. 

Sudah banyak ditemukan kasus kasus EKTP palsu tapi asli yang mereka buat dan mereka gunakan untuk menyusup ke hutan ini. 

Macan-macan mulai menyusup, berbekal KTP WNI. Entah berapa jumlahnya, entah macan biasa atau macan biasa yang siap militer atau malah murni macan militer. Mereka sudah masuk jauh sebelum ada cucu macan menjadi pemimpin daerah. 

Macan-macan akan bersatu dalam rerumputan yang lebat itu. Memang benar, pemimpin tidak akan mencalonkan diri. Pemimpin selalu didorong dorong kawannya untuk bersedia memimpin kaumnya. Menjadi pemimpin tertinggi di hutan rimba ini adalah awal dari kepemimpinan kaumnya.

Semisal tidak jadi pemimpin daerah, tidak jadi pemimpin tertinggi, alias lengser suatu saat, macan-macan pun selalu punya cara lain untuk mencari mangsa. Bertahan hidup demi perut dan kekuasaan rimba.

Sebagian penghuni rimba tau bahwa ada proyek besar reklamasi sepanjang pantai utara yang memakai 30% pekerjanya adalah macan, bahan baku, dan pinjaman modal juga dari kawanan macan. Bahkan, bangunan itu belum jadi pun, semuanya sudah laku dibeli macan macan kaya di hutan asalnya, karena memang mereka sudah sepakat hanya mengiklankan itu di hutan asalnya. 

Kepemilikan senjata api juga diperbolehkan di hutan ini. Ya, karena memang senjata ini untuk berburu binatang. Jadi ya boleh. Tapi perijinannya mahal, hanya macan-macan kaya yang mampu membayarnya, yang mampu memilikinya. Penghuni di hutan ini mana mungkin semampu itu. Untuk memberi makan anak saja masih terpincang-pincang. Mereka lebih memilih makan rumput dan dedaunan ketimbang makan daging yang mahal. 

Ah sudahlah, memang masih banyak sekali yang tidak kita ketahui soal strategi itu. Kita keluar saja dari hutan itu. Lalu menikmati kopi di warung kecil biasanya. 

Semua orang tau kalau PELACUR itu manusia buruk. Bahkan sebelum ada agama saja manusia tidak mau jadi pelacur. Hanya kaum kaum tertentu yang memang ditakdirkan jadi pelacur. Tapi kata Tuhan, tidak ada 1 hal pun yang buruk di dunia ini. Maka yang relevan dan ‘apik’ berlaku adalah ilmu bulat, kalau di jawa namanya ‘ilmu papan panggonan’ berdasarkan atau berlandaskan rasa.  Yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya, sehingga akan menciptakan 3 nilai yaitu bener, baik dan apik yang menjadi nilai tertingginya.

Lalu, kalau ada seorang manusia yang “melacur” untuk membebaskan ibunya yang terus diperkosa karena hutang keluarga, Apakah kau anggap itu buruk? 

Iklan

Bercumbu dengan Lapar


Teori teori gizi dunia tak sepenuhnya berlaku untuk orang indonesia sepertiku. Karena Setelah 27 tahun aku baru bisa merasakan bahwa lapar itu ternyata adalah sebuah kenikmatan, ya.. kenikmatan. 

Ketika perutku berbunyi beberapa kali,

kedua tanganku mulai gemetar hingga tak kuat mengepal, 

sel sel ku terbangun dan bersatu 

Mereka berjuang aktif bekerja untukku

Lapar, Aku bisa menikmatimu. 

Hai sahabat, cobalah rasakan dengan kejujuran hatimu. Senikmat apa kau bercum dengan laparmu? 

Hai sahabat, setiap moment ku dengan lapar tak pernah kukeluhkan. Andai ia bisa lebih lama kunikmati tanpa tubuhku kelaparan, maka perut perut di jakarta juga tidak akan anti kepadanya, tak perlu mereka mencari uang hanya untuk sekedar makan. 

Dicko Purnomo

2 Nov 2016

Angin Jakarta 4 November 2016 

Foto: Acara Malam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra bersama Caknun, Kiai Kanjeng, Iman, dll

Jangankan di jakarta, bahkan untuk menyebut Allahu akbar di masjid depan rumahku saja aku harus memfokuskan diri dan mencari cari dulu hal apa saja Hyang besar, Hyang agung, Hyang mengagumkan di alam semesta ini. 

Tidak ada Allahuakbar gorok, Allahuakbar bacok dalam sejarah Islam yg ku pelajari kemaren sore. Kalaupun ada, itu karna kondisinya berbeda. Perang misalnya, Itupun hanya untuk bentuk simbolis persatuan militer kaumnya. Biar gampang, biar tergerak hatinya. 

Ucapan Allahu akbar mulai dari Adzan di masjid sampai yg di katakan dalam hati seseorang, Kok menurutku kita harus kagum dulu, baru tidak malu mengucapkan itu. Mungkin lebih baik kita ucapkan, asu, celeng, bajingan, jancuk dalam setiap “adzan adzan” itu. Lebih baik aku diam, saat kekaguman belum kutemukan. 

Aku yg bukan islam saja malu dengan Jibril dan para staf staf Allah ini. 

Wahai Jibril, kata Allah ada wahyu yang datang dari angin jakarta. Tapi kenapa orang2 yg bertopi islam itu tidak malu denganmu? Padahal topi, baju hingga hp mereka mereka itu dibuat oleh kaum lain yg mereka musuhi. Jibril malah balik tanya, 

“sing Allahu akbar ki apane cuk?” 

Ternyata, Jibril juga bingung dan berkata “Sudah, nikmati saja kopimu” ☕