Kok Menanam Bibit Besi

Sunda RancabaliHolland tourism in Sunda Rancabali (@bengalano
Kalau negara bukan penghasil kopi bilang “cafein tinggi itu buruk”, maka saya memilih minum kopi dengan cafein tinggi.

Kalau negara bukan penghasil tembakau bilang “nikotin tinggi itu buruk”, maka saya memilih tembakau dengan nikotin tinggi. 

Cara berbisnis negara negara bukan penghasil kopi adalah menciptakan “alat-alat kopi” modern dan terus berinovasi, karena mereka sadar diri, negaranya tidak bisa berbisnis dengan menghasilkan kopi. 

Ini bukan hanya perihal tembakau dan kopi saja, semua hasil bumi juga seperti itu. 

“Namanya juga bisnis”

“Semakin bisnis itu maju, semakin banyak hutangnya”

“Pemodal lebih besar selalu menguasai bisnis”

“Penguasa bisnis tertinggi selalu pencipta bisnis itu sendiri”

Puisi petani
“Pertanian adalah soal maju mundurnya suatu bangsa” – Soekarno

Sekarang negara japan menjadi negara maju penghutang terbesar di dunia. Lha kalau semua negara negara hutang, pertanyaannya “Hutang pada siapa?” Ya dengan panitia belakang panggung yang ternyata orangnya hanya itu itu saja.
Jadi tak perlu heran dengan kemajuan teknologi negara negara itu, nyatanya dari dulu bisnisnya tidak ada yang benar benar berubah kan?

Kok malah kita mau adopsi cara cara bisnis negara japan, Yunani, Italia, china, Amerika itu. 

“Kok malah menanam bibit besi”

“Kok malah memupuk dengan batu bata”

“Kok malah menutup siraman dengan genteng”

“Kok malah menganti sawah menjadi rumah mewah”

Kedai Kopi Kawasan Bukit Watu Lumbung Bernuansa Rustic Exotic

image
Kopi Pantai Parangtritis

Akhir-akhir ini semakin banyak kedai-kedai kopi bermunculan. Jelas hal ini karena peran media dalam hal publikasi. Entah berupa liputan, film, buku, blog dan artisan sosmed lainnya.

Namun disayangkan, sangat jarang kedai kopi yang mengusung nuansa rustic house. Padahal menurut saya pribadi tema ini sangat menarik. Kedai kopi menggunakan furniture serba kayu “Natural Weathered Processing” yang lapuk termakan usia: kering karena panas matahari dan basah karena hujan

THE CABIN RUSTIC HOUSE

image

Konon, di Eropa, Rustic House menjadi tempat favorite untuk bulan madu atau memadu kasih. Cabin yang berada di tengah hutan, perbukitan atau tepi danau.

KEDAI KOPI KAWASAN BUKIT WATU LUMBUNG

image
Senja di Watu Lumbung

image
Malam hari di salah satu kedai kopi kawasan bukit watu lumbung

Dalam foto di atas adalah salah satu kedai dengan nuansa rustic yang Kami temukan di kawasan bukit Watu Lumbung, sebelum Pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Banyak sekali hal menarik tentang tempat ini yang tidak bisa saya tuliskan semuanya. Mungkin next trip kalau ada sumur diladang.

Saya sebutkan sebagian saja. Misalnya, di salah satu kedai di bukit watu lumbung ini Kita bisa barter buku dengan menu makanan dan minuman yang kita pesan, tanpa perlu membayar dengan uang. Wow, enak bukan. Seperti kembali ke jaman nenek moyang kita.

Lalu perihal kekinian, sunset juga excotic nan syahdu, dengan panorama pantai dan bukit-bukit. Kalau kemarin di Posong kita bisa melihat 7 puncak gunung sekaligus, di Watu Lumbung ini kita bisa melihat 4 gunung sekaligus, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, serta Sumbing.

Tema rustic tradisional sangat kuat disini. Mulai dari meja, kursi, serve, cangkir, piring hingga lighting.

RUSTIC WOOD THEME

Kembali ke topik awal, Rustic Wood terbagi menjadi dua. Pertama, kayu golongan elit menggunakan kayu tua, langka dan tergolong “fosil” dan harganya tentu sangat mahal. Kedua, kayu golongan seadanya, menggunakan kayu seadanya yang mudah diperoleh di sekitar. Apapun pilihannya, nuansa yang dihasilkan tetap sama, natural.

Kita tau jika para coffee enthusiast sendiri lebih mencintai hal-hal yang berbau natural. Saya analogikan misalnya kopi yang mereka minum. Kalau ada satu kopi dengan pilihan 2 proses pasca panen, natural (kering) dan full wash (basah), mereka pasti lebih excited minum kopi yang proses natural dengan persepsi bahwa flavour and taste lebih kuat

Selain rustic wood, ada juga sebagian kedai yang memilih menggunakan nuansa nature dengan tumbuh-tumbuhan serba hijau. Media tanam pilihan serba alam dan lighting yang klasik minimalis. Japanese menjadi acuan mereka

Tema Rustic Wood bisa menambah referensi tema coffee shop Anda. Sekian dulu, lain kali akan saya review lagi kedai atau cafe lainnya, tentunya ketika ada kopi sebagai suguhan yang dikedepankan. Karena baiknya, cerita diawali dengan secangkir kopi

Kopi Posong yang Mempesona

image
Pesona posong (photo by: http://www.posong-indonesia.com)

Kopi Posong merupakan salah satu kopi arabika yang menurut saya mempesona di pulau jawa.

Di sekitaran Dusun Tlahap, Kab Temanggung, pohon kopi ini ditanam. Secara geografis, ini dataran yang sangat tinggi, kurang lebih sekitar 1600 mdpl. Curah hujan di posong juga cukup tinggi. Makanya kesuburan tanah tidak perlu diragukan lagi sejak jaman nenek kita. Tanaman di sekitaran posong tumbuh produktif, subur, hijau dan sejuk.

image
Kopi posong percipio coffee

Perihal flavour/taste, menurut persepsi “kosarasa” lidah saya, kopi posong ini bitter nya cukup menonjol, tajam dan keras. Mengingat kopi temanggung ini merupakan varietas Catimor: hasil persilangan antara jenis robusta dan arabika. Nah, dari adanya jenis robusta itu lah bitter ini berasal dan cukup menonjol.

Perihal aroma, menurut saya sangat karakteristik. “Tobacco acidity”, begitu saya menyebutnya. Ada juga yang menyebut kalau kopi java tobacco itu yaa cuma ada di daerah temanggung dan wonosobo. Daerah dimana pohon-pohon tembakau tumbuh subur dan mendominasi tanah perkebunan.

Memang betul seperti ucapan Mas Risma, salah satu guru kopi dan teknisi saxophone saya di jogja, bahwa kopi arabika itu kopi manja: mudah terkontaminasi baik itu secara aroma maupun rasa. Jika pohon kopi ditanam deket pohon tembakau, atau tanah bekas pohon tembakau, maka hasil akhirnya pun akan muncul bau-bau tembakau. Karakteristik tembakaunya cukup kuat.

Perihal pesona, ada 7 puncak gunung sekaligus bisa terlihat cantik di posong: dimana pohon kopi ini tumbuh. Terlihat puncak gunung sumbing, gunung sindoro, gunung merbabu, gunung merapi, gunung ungaran, gunung telomoyo, dan gunung muria. Dari situlah kopi ini saya sebut “Kopi Posong yang Mempesona”.

Bagi kalian yang menyukai rokok/tembakau, kopi posong ini bisa menjadi tambahan referensi kopi kamu di rumah. Menikmati kopi posong, dengan maupun tanpa rokok, kopi posong tetaplah kopi posong. Jangan sekali-kali kita mencoba menghilangkan kemurnian tembakaunya. Jika tak suka, maka hargai saja. Karna itulah yang membuat ia spesial. Berkarakter, berkharisma, majestic dan otentik.