Debat Sesatnya Hidup

Bahasa indonesia
Contoh Bahasa Jawa yang sangat detail

Debat adalah ketidakmutuan, koma, apalagi debat kusir pakai bahasa indonesia. Para elit-elit layar kaca itu tau kok, elit politik tau kok, mereka bukan orang bodoh. Justru mereka itu orang orang pilihan yang rakyat bayar mahal karena kepintarannya. 

Gimana mau debat, kalau setiap kata bahasa indonesia yang dipakai tidak bisa berdiri sendiri. Tidak kuat porosnya. Bahkan perlu didefinisikan dulu dalam beberapa kata biar tidak mengalami pergeseran makna. 

Debat macam apa itu? Sama saja dengan orang tersesat dijalan, tanya dengan orang yang tersesat juga. Bukannya diskusi cari jalan keluar malah saling menyalahkan. 

Bahasa milik kita ini memang tidak punya pondasi yang kuat seperti yang dimiliki bahasa daerah, misalnya bahasa jawa. Tingkat detailnya jauh lebih detail bahasa jawa. 

Kalau lencung ya pasti kotoran ayam

Kalau kopet, ya pasti kotoran manusia 

Dalam bahasa indonesia minimal butuh 2 kata untuk menunjuk sesuatu, untuk menguatkan makna. Seperti; kotoran Ayam, kotoran Manusia. Sementara bahasa jawa, cukup 1 kata yaitu, lencung, kopet. Itu yang saya maksud tingkal detail / poros sebuah kata dalam bahasa. Itu cuma contoh saja, bisa kamu cari sendiri kata lainnya. 

Jadi jangan berdebat awam soal syirik, riba, syariah, kafir, kufur, halal, haram. Itu semua gak bisa berdiri sendiri. Pelajari dulu bahasanya, telusuri dulu asal usulnya, dan pahami dulu seperti apa kondisinya. 

Nek aku teko gampang lah cah 

“Jika datang sebuah ajaran agama kepadamu namun membuatmu pusing di atur atur, teko minggat!”

“Tinggalkan agama itu, tapi teruslah dalam pencarianmu!” 

“Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak tersesat” 

“Karena selama manusia hidup, selama itu pula ia tersesat”

Iklan

​PUISI: KOPI DARI DINAS PERTANIAN TUHAN 

Kopi Juria from Colol

Wahai saudara saudara kekopian. Terus tanamlah kopi ini. Rawat ia layaknya kau merawat darah dagingmu sendiri. 

Tugasmu hanya merawat, tak bisa menumbuhkan, tak bisa membuahkan. 

Tugasmu adalah memupuk potensi potensi anakmu, bukan mendidiknya, bukan pula merobotkannya. 

Biarkan ia otentik menjadi dirinya sendiri sesuai kehendak siapa yang menumbuhkannya. Siapa yang menghentikan pertumbuhan kemaluannya, rambutnya, kukunya dan semuanya. 

Wahai saudara saudara kekopian. Berdagang lah dengan bermartabat, dengan berdaulat. 

Jual lah kopi apa adanya saja. Tak perlu terburu-buru menawarkan kesana kesini. Jangan tergesa menjadi materialisme. Hasil bukan lah segalanya. Sukses punya arti yg terlalu luas. Namun Berbagi akan menumbuhan cinta yang mulia. 

Jangan khawatir kopimu tak laku, kopi akan terus dibutuhkan hingga akhir zaman. 

Hingga para staf dinas pertanian Tuhan berhenti menumbuhkannya. .

Okt 2016

Dicko Purnomo

Etimologi Ngawur Komisi Anti Kekerasan


​Ini ilmu sederhana, bahwa makhluk hidup memiliki 3 hal, yaitu perlindungan, kelembutan dan kekerasan. Makanya kopi terdiri dari kulit kopi sebagai pelindung, buah kopi yg lembut dan manis dan biji kopi yg keras. Tubuh manusia pun sama terdiri dari kulit, otot dan daging serta tulang.

Komisi perlindungan anak itu bagus, tapi kalau Komisi Anti Kekerasan? Kekerasan kok anti, padahal kekerasan itu penting, bagian dari hidup itu sendiri. Saya mengalami kekerasan ibu dan bapak saya, dipentung gara gara ujan ujan, ditampar gara gara merokok, diseret gara gara gak sholat. Ibu saya melanggar hukum donk? 😕

Gak lah, kekerasan sebenarnya itu perkataan, contohnya menghina istri, anak atau orang tuamu. Kekerasan bukan tindakan tangan. Filsafat hukumnya apa ini kok bisa dibuat hukum anti kekerasan. Etimologinya gimana? Milih nama sama saja ngawur. Apa gara2 kasus penganiayaan yg diangkat media? Lalu dibuatlah sebuah “produk” ini? Hmm.. pinter banget ya 😕

Lalu dimana anti kelembutan? Karena yg lembut lembut ternyata bisa lebih menyakitkan. Ah ya sudah lah, namanya saja “komisi”, kalau diteruskan bisa bisa saya di bui. Lebih baik kita mencari komisi (upah) kita sendiri, yg barokah diawali dengan secangkir kopi pagi dengan kopi sunda peaberry

Buah Kopi Hijau Tak Boleh Dijual

image

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam melarang menjual buah hingga bagus.

Apa yang dimaksud bagus?“,

Beliau menjawab, “Berwarna merah atau kuning” .

(Riwayat al-Bukhari)

Menurut pemahaman saya, buah kopi yang masih berwarna hijau tidak boleh dijual karena buah tersebut belum bagus. Atau yang biasa kita sebut kualitas kopi campur. Jika masih ada sedikit saja buah kopi yang masih berwarna hijau, maka buah itu tetap dilarang untuk dijual.

Beberapa tahun yang lalu atau bahkan dewasa ini masih ada saja yang menjual biji kopi indonesia yg buahnya masih hijau/kualitas campur. Namun berita bagusnya, para petani kopi sudah  mulai meningkatkan kualitas kopi mengikuti temuan-temuan fakta ilmiah yang ada dengan persepsi yang lebih baik.

Kembali dalam konteks Al-Quran, memang benar adanya kenapa sesuatu itu dilarang dan diperbolehkan olehNya. Semua hal di alam semesta ini pasti benar terjadi sesuai apa yang sudah diriwayatkan sejak dahulu kala: Wahyu diturunkan. Jika ada fakta ilmiah saat ini yang tidak sesuai, itu artinya belum. Bukan kesalahan firman dan riwayat, bukan.