Mereka yang harusnya meniru cara ngopimu

Kopi dan biskuit

โ€‹Teman kopi adalah biscuits, sahabat kopi adalah brownis. Brownis’e mbahmu ๐Ÿ˜•

Piye to ilat mu? Jajanan pasar 500 rupiah ini jelas jelas lebih nikmat dibanding biscuits 5000 rupiah itu. Apalagi buat temen ngopi robusta. Kenikmatannya setingkat diatas teman dan sahabat. 

Jajanan pasar
Kopi dan pukis

Jika โ€‹teman kopi adalah biscuits

Jika sahabat kopi adalah brownis

Maka

Kekasih kopi adalah pukis

Mau apa? Jelas jelas jumlah jajanan di indonesia itu ada ratusan. Saking (terlalu) banyaknya, mustahil mereka (negara negara lain) bisa meniru kita. Mereka pengen banget meniru kamu, kok kamu malah meniru mereka. Kopi aja mereka ndak punya kok mau ngajari ngopi. Piye to iki ๐Ÿ˜•

Merasakan kopi bisa detail banget, saking detailnya saya tidak bisa membedakan yang mana peminum kopi, yang mana roaster dan yang mana Q-Grader. Tapi merasakan makanan aja gak bisa. Ahli 1 hal itu bagus, tapi jangan sampai dibodohkan dalam banyak hal lainnya.
Hmm ๐Ÿ˜• lagi lagi memang bener. “Hidupku memang murah, cintamu saja yang membuatnya mahal”

Segelas Kopi Leng Cuk

โ€‹

Celeng bertanya kepada Jancuk. “Cuk, kita ini sebenernya haus apa doyan to? Kalau haus kan gak harus minumnya kopi? Kalau doyan kenapa rakus. Kita ini sebenernya doyan kopi apa? Kok semua kopi kita minum. Dari sachet sampe spesialty” 

Jancuk menjawab, “Iyo leng, hari ini Kita minum segelas kopi saja dulu, kita makan sepiring saja dulu, kita pahami seilmu saja dulu”

Satu saja yang sederhana, 

Satu saja yang mudah dipahami, 

Satu saja yang menyatukan, 

Satu saja yang selalu ditengah.

Celeng bertutur. Dalam bahasa indonesia, Mutlak = penuh, genap, utuh, 100%, tidak boleh tidak. Itu bersifat mengikat. 

“Bukannya estimologinya dari bahasa arab Muthlaq = tidak terikat? Kenapa gitu cuk?”

“Ya sementara ini kita ambil jalan tengah saja, yang selalu lebih baik. Bisa betmakna penuh, bisa hampir penuh, bisa setengah penuh dan opacity serta gradasi lainnya 😁” 
“Dari pengamatanku, Sepertinya akan bubar Negeri ini. Tapi gimana, Aku bangun setiap pagi saja sudah repot dengan urusan keluargaku, sudah bingung dengan cicilan cicilan yang sudah jatuh tempo. Jadi, misalkan bubar juga nggak penting penting amat bagiku. Tinggal kita hijrah ke keraton atau ke jawa timur bukan?” 

Iya lah cuk, Hidup disini kita musti “nyicil” memahami asal usul kata perkata, biar kita makin lama makin tau, kata apa saja yang sudah mengalami pergeseran makna dari tahun 1800 an – 2016 sekarang. 

Karena hanya dengan “modal” 1 kata saja, sebuah generasi bisa dirusak/dirobohkan. Semakin jauh kita kebelakang menyusuri 400-600 tahun yang lalu. 

Kita diinjak dengan kaki tak tampak

Kita ditonjok dengan tangan tak tampak

Kita dihina dengan suara suara merdu

Kita diberaki dengan roti roti rasa pisang cokelat dan keju

Makanya leng, aku memilih menyerah saja jadi wartawan dan sementara ini memilih menjadi seniman pencari hakikat saja, pencari Tauhid 😁 

Bagus cuk. Biar tetep kuat otak kita, akal sehat kita, kita perlu kopi lagi nih.

“Sik sik leng.. pancen celeng kowe. Bentar dulu” 

Kalau yang namanya akal ya mesti sehat lah 😦 Jadi nggak ada apa itu akal sehat, kalau berakal itu pastinya sudah sehat otaknya. Otak sehat, maka jadilah akal. Gimana to leng?” ๐Ÿ˜•

“Oh iya juga cuk. Sorry sorry, khilaf 😁. Aku juga manusia leng, banyak salah. Gara gara ngopi kok jadi pinter juga kamu leng” 

Lha iya to leng. Biar otak maksimal maka dibutuhkan lah kopi. Kalau temen kita gak biasa ngopi ya suruh coba aja sekali kali kalau mau, segelas saja dulu lah, sehari 1x di pagi hari udah cukup kan leng. Kalau kerja otaknya lebih keras ya tinggal nanti siang tambah segelas lagi. Bagus gak leng? โ˜•😁 

Lha iya, “Kita sendiri yang tau kebutuhan diri kita”

Pemahaman Puasa dengan Segelas Kopi

โ€‹Puasa itu terhadap semua hal. Puasa itu bukan soal kealiman, agama dan hal baku lainnya. Kalau kita makan 1 piring, menahan 2 piring. Itu namanya juga berpuasa. Menuduri 1 istri, berarti berpuasa meniduri wanita lain. Minum 1 gelas, menahan 1 galon. Seperti itu, jadi manusia sudah diciptakan seperti ini adanya. 

Termasuk dalam berjualan juga butuh ilmu puasa, kalau pengen rejeki kita lancar selama puluhan tahun. Misalnya buka warung, kedai atau cafe. Di setiap daerah pasti ada pedagang2 kecil seperti ini disekitar kita. Coba dilihat, coba lebih peka memahami perilaku orang lain. Benda benda apaoun. Bahkan dalam selembar daun yang jatuh pun terdapat Firman Tuhan. 

Kalau di daerah magelang seseorang bernama ada ibu Agustin. Seorang ibu berumur sekitar 80 tahun yang membuka usaha warung kecil berukuran 3×6 meter. Beliau menjual wedhang kacang. Tempat ini buka cuma 4 jam saja setiap harinya. Mulai jam 5 sore sampai jam 9 malam. 90% pelanggannya adalah orang chinese di sekitaran magelang. Warung belum buka aja mereka udah mau nungguin. Orang orang cina itu rela nunggu, antri. Lha kowe opo, malah dadi pekerja cina. ๐Ÿ˜• 

Pernah saya ngobrol serius dengan bu agustin. Beliau baik banget, sampai sampai saya tidak boleh membayar apa yang sudah saya makan diwarungnya. Lumayan to 😁 rejeki. Beliau bilang kalau resepnya mau dibeli seharga 50 juta oleh seorang cina di semarang, tapi beliau menolak. Bukan karena sombong dan gila uang, tapi ini soal keris, soal martabat, soal kedaulatan dan prinsip hidup.

Dalam dunia kekopian juga ada mas pepeng klinikkopi yang juga membatasi jam buka. Orang kopi mana yang gak tau mas pepeng. Dia buka kedai, melayani pembeli cuma 4-5 jam saja dalam sehari. Buka jam 6-10 malam. Bukan sombong, bukan sakarepe dewe, bukan males. Saya yakin ini soal berpuasa, membatasi “kepuasan konsumen”. Kalau mas pepeng konsisten dan terus menjaga hubungan baik dengan pelanggannya, insyaAllah sampai anaknya pun masih jualan kopi seperti itu. 

Bahkan sakit pun juga berpuasa. Seperti mbak Ajeng yang kmrn batuk dan gak bisa ngopi. “Bang aku batuk, pengen ngopi 😥”. Lalu Kubilang jangan ngopi dulu, puasa dulu. Dalam sakit pun sesungguhnya kamu itu sedang berpuasa.

Kalau konteks kita perluas, ternyata Ilmu ekonomi itu bukan hanya berasal dari Adam Smith. Wong itu baru ada di tahun 1800. Kan yo mung yahudi wingi sore to rek, klo dibandingkan jaman sebelum masehi, jaman muhammad,  yesus, musa, sudah ada ilmu ekonomi. Cuma namanya bukan ekonomi, tapi ilmunya kan sama. Yaitu memahami perilaku manusia dalam memakmurkan diri dan lingkungannya.

Dalam dunia ini tidak ada yang benar benar berubah. Tapi gpp, sing penting ojo koyo pemerintahanmu sing njlimet kui. Begitu Merdeka dengan bahasa nasional bahasa indonesia, tahun 1950 dibuat lah Balai bahasa, ganti menjadi lembaga bahasa, ganti lagi direktorat bahasa, ganti ganti terus sampai jaman presidenmu yang amsekarang ini juga pasti udah ganti nama lagi. Tambah ra cetho, ๐Ÿ˜• padahal intinya kan ya sama ๐Ÿ˜• Badan badan lain juga gitu, gonta ganti nama. Owalah pak, mbok ya kalian itu juga berpuasa. Jd umur 60 tahun itu badan masih sehat, bisa makan nasi anget lawuh pindang lombok ijo. Bisa minum kopi nasgitel, panas legi kenthel 😁  pakai gelas kopi di bukalapak.com/dickopurnomo (kekopian) 

Haha.. yang terakhir itu guna mencukupi kebutuhan saja. Jadi kalau ada pemasukan, blog ini (kekopian.com) bisa lebih baik, bisa digunakan semua orang untuk sedekah rekonstruksi pemikiran untuk kita semua, rakyat nusantara. 

Gelas Kopi Terbaik dan Terpopuler

Gelas cafe
Gelas kopi standar gelas cafe

GELAS KOPI Punya peran penting dalam memaksimalkan rasa, aroma dan gaya dalam segelas kopi. Baik itu sajian kopi di cafe dengan konsep elegan modern maupun eksklusif vintage. 
Gelas kopijuga punya efek positif bagi bisnis cafe milik kita. Trend pada umumnya seperti ini. Jika sajian kopi kita menarik, maka biasanya pelanggan akan mengambil foto dan share di sosmed. Maka secara otomatis terciptalah konten iklan gratis yang sangat bermanfaat bagi cafe kita. Ya kan? 😁 

Di kota-kota besar misalnya. Kalangan anak muda/dewasa jika mau ngopi, mereka biasanya akan mencari tempat dulu di sosmed. Biasanya menggunakan instagram. Jika ia berada di jogja, maka ia gunakan hastag #kopijogja atau #ngopidijogja atau hastag sejenisnya yang kiranya menarik perhatiannya. 

Tipe pelanggan seperti ini setiap hari banyak. Tidak hanya 1.. 2 orang saja yang mencari. Jelas peluang ini bisa kita manfaatkan. 

BUDAYA GELAS CAFE

Dulu, budaya ngopi dengan cangkir dipopulerkan oleh eropa dan america. Sementara Afrika dan Asia punya gelas cafe berbahan kaca untuk menambah nilai dalam sajian kopi di cafenya.

Menurut beberapa sumber, penggunaan gelas pada espresso coffee mulai dipupulerkan di cafe cafe Japan. Pun budaya ngopi tipis-tipis yang menggunakan server. Ya, server kaca terpopuler yang saat ini ada di semua cafe / coffeeshop setiap negara. Kamu pasti tau mereknya lah, itu lho.. mas hari.. mas hari … ooo .. mas hari 😝

Konon, penggunaan gelas cafe yang kecil ini punya nilai tambah untuk sajian kopinya. Ya model gelas cafe kan banyak mas? Kenapa model picardie? Pasti kamu akan bertanya seperti itu. Maka jawab saya, ya “karena model gelas kopi ini sudah melekat dalam cara pandang para penikmat kopi di banyak negara”, termasuk indonesia. Persepsi ini dibangun melalui “konten” (media internet) selama bertahun tahun oleh pihak produsen. 

Begini saja, coba kita lakukan riset kecil-kecilan. Misalnya kita punya 5 model gelas kopi di cafe kamu dan salah satunya adalah model gelas duralex picardie. Coba tanyakan ke 10 orang pelanggan/peminum kopi (tipe apapun). Tanyakan, “Gelas model apa yang mereka pilih?”

Maka, mayoritas akan memilih “Gelas Kopi Picardie” karena gelas kopi ini sudah umum dan sudah standart digunakan untuk cafe, restoran maupun kedai kopi kecil pinggir jalan. Desainnya sangat vintage dan menarik perhatian mata. Pun soal rasa, membuat kopi kita terasa lebih nikmat maksimal. 

Because “The Art of Coffee Glass Making Better”

HARGA GELAS KOPI TIDAK ADA YANG MURAH

gelas kopi kecil
Gelas kopi produksi lokal cocok untuk kopi espresso dan kopi tipis tipis

Ya betul. Sebagai contoh, gelas duralex picardie tumbler seharga 30-50 ribu / pcs. Tentu harga setinggi ini akan semakin membengkakkan modal cafe yang kita bangun. Belum lagi berbagai macam alat manual brewing, grinder dan furniture yang tentu tidak murah. 

gelas cafe
Gelas kopi 90 ml untuk espresso

Menurut saya, salah satu cara meminimalkan anggaran cafe adalah menggunakan gelas tiruan produksi lokal. Seperti “Gelas Kopi 90 ml” yang saya pakai. Bisa anda cari dan beli di bukalapak.com. Beli 1 gelas original = beli 4 gelas kopi tiruan ini. Meski termasuk gelas tiruan, tapi gelas kopi ini bukan barang ilegal, karena menggunakan merk sendiri yang berbeda dengan aslinya. Meskipun desain dan volume sama persis. 

Selamat ngopi โ˜•😁