Bercumbu dengan Lapar


Teori teori gizi dunia tak sepenuhnya berlaku untuk orang indonesia sepertiku. Karena Setelah 27 tahun aku baru bisa merasakan bahwa lapar itu ternyata adalah sebuah kenikmatan, ya.. kenikmatan. 

Ketika perutku berbunyi beberapa kali,

kedua tanganku mulai gemetar hingga tak kuat mengepal, 

sel sel ku terbangun dan bersatu 

Mereka berjuang aktif bekerja untukku

Lapar, Aku bisa menikmatimu. 

Hai sahabat, cobalah rasakan dengan kejujuran hatimu. Senikmat apa kau bercum dengan laparmu? 

Hai sahabat, setiap moment ku dengan lapar tak pernah kukeluhkan. Andai ia bisa lebih lama kunikmati tanpa tubuhku kelaparan, maka perut perut di jakarta juga tidak akan anti kepadanya, tak perlu mereka mencari uang hanya untuk sekedar makan. 

Dicko Purnomo

2 Nov 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s