​PUISI: KOPI DARI DINAS PERTANIAN TUHAN 

Kopi Juria from Colol

Wahai saudara saudara kekopian. Terus tanamlah kopi ini. Rawat ia layaknya kau merawat darah dagingmu sendiri. 

Tugasmu hanya merawat, tak bisa menumbuhkan, tak bisa membuahkan. 

Tugasmu adalah memupuk potensi potensi anakmu, bukan mendidiknya, bukan pula merobotkannya. 

Biarkan ia otentik menjadi dirinya sendiri sesuai kehendak siapa yang menumbuhkannya. Siapa yang menghentikan pertumbuhan kemaluannya, rambutnya, kukunya dan semuanya. 

Wahai saudara saudara kekopian. Berdagang lah dengan bermartabat, dengan berdaulat. 

Jual lah kopi apa adanya saja. Tak perlu terburu-buru menawarkan kesana kesini. Jangan tergesa menjadi materialisme. Hasil bukan lah segalanya. Sukses punya arti yg terlalu luas. Namun Berbagi akan menumbuhan cinta yang mulia. 

Jangan khawatir kopimu tak laku, kopi akan terus dibutuhkan hingga akhir zaman. 

Hingga para staf dinas pertanian Tuhan berhenti menumbuhkannya. .

Okt 2016

Dicko Purnomo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s