Generalisasi Budaya Kopi

Budaya kopi (image: indonesiakaya.com)
BUDAYA KOPI. Buah buahan itu ada banyak sekali. Saya ambilkan contoh satu saja yang agak saya ketahui 27 tahun ini. Yaitu Kopi, buah ini sangat kaya lebih dari yg kita ketahui. Ilmunya bulat seperti bentuknya. Bisa benar dari segala arah dengan konsep sistem yg tak terhingga. 

Buah yg kita sebut “Kopi” ini terdiri dari kulit, daging dan biji yg kita tau itu adalah ilmu budaya dari seluruh makhluk hidup ciptaanNya. Kalau manusia, terdiri dari kulit, daging dan tulang. Makanya manusia butuh kekerasan, kelembutan dan keyakinan. Itu berlaku disetiap makhluk dengan maksud dan fungsi hakiki tersendiri. Kalau ada yg mau buat buku juga bisa, karena belum ada buku dengan ilmu seperti ini. 

“Tidak mungkin kita hidup tanpa budaya, karena hidup itu sendiri adalah budaya”. Jika kita mundur beberapa langkah untuk melihat sesuatu lebih horizontal, lebih luas dan lebih lebar, kita akan faham bahwa sepanjang peradaban manusia, budaya kopi terbagi menjadi 3 bagian: 

  1. Budaya kopi modern
  2. Budaya kopi tradisional
  3. Budaya kopi primitif

Ada 3 bagian kopi, 3 bagian budaya. Lalu berdiri dimana kita saat ini? Saya tidak bermaksud anti sertifikasi, anti keahlian, anti kejuaraan atau anti apapun. Jika ada penelitian, buku atau literature apapun itu yang menggunakan perspeksif menyeluruh ini. Maka penikmat kopi tidak akan terkotak kotakkan. Kita akan ngopi bersama tanpa tujuan “membudayakan” bagiannya sendiri-sendiri. Tanpa membuahkan mereka yg biji, mengulitkan mereka yg buah atau membijikan mereka yg kulit. Ilmu ini berlaku untuk semua hal, termasuk demokrasi, politik, agama bahkan budaya itu sendiri. 

Salam kekopian. Abaikan ocehan saya, karena ini cuma efek ngopi sendirian. Gak perlu share, gak perlu like, dibaca atau didengar saja saya sudah seneng banget. Kalau ada hal baik dan berguna, ya monggo sebarkan ke teman tanpa perlu sebutkan darimana kamu tau ☕😁 

Iklan

9 thoughts on “Generalisasi Budaya Kopi

  1. memindahkan komen dengan teknologi copas (cowok pasti – red.)

    hahaha… dan sudah fitrahnya kopi itu pahit, menurut sayah dan juga primbon mbah #dJambrong yang sayah tekuni sejak jaman lebaran kuda @@’

    sejatinya esensi daripada minum kopi itu apa sih? dan apa perlu menikmati kopi itu dengan metoda2 penyajian yang luar biasa dan kekinian seperti sekarang ini? dan apakah perlu diangkat sedemikian sehingga semacam jajaran genjang sehingga kopi itu memiliki filosofi yang begitu mendalam hingga di filmkan?

    menurut primbon mbah #dJambrong… ngopi itu sesederhana dan serumit hidup. ngopi itu adalah kehidupan. semua rasa ada, dari mulai asam, manis, asin, pahit sampai rasanya yang rasain lu!!!

    persoalan kopi itu mudah dan tidaklah gampang, karena menanam kopi itu artinya menanam kehidupan. kopi adalah kehidupan. dan kehidupan itu sejatinya tidaklah sulit atau alon alon asal belangkon.

    kopi… ya… kopi. begitu banyak arti. begitu banyak cerita. arti cerita yang penafsirannya tidak dapat rampung dalam hanya semalam, melainkan dalam secangkir bait cinta yang didendangkan diiringi petikan gitar.

    udah…. gituh ajah mahapatih! sekian laporan sayah… saatnya melanjutkan kehidupan cinta kita dalam secangkir kopi. PAHIT! #eaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    #apalah #bodoamat

    PS: itu monyet naik mobilnya ketinggalan, jangan kangen yah! 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s