Bencana banjir atau banjir? 

bencana-banjir
“bencana banjir”

Bencana banjir bandang, bencana banjir dan banjir bandang, itu semua punya makna yg berbeda. Kalau sembarangan menyebut itu ya kasihan para korban banjir, kasian air, air kok disalahkan, alam kok disalahkan. Kasian masyarakat dan para pembaca.

Hati hati kepada media yang bisa merusak etimologi kita. Gak ada banjir sepanjang sejarah kita, yg ada banjir di jaman prasejarah, itupun banjir karena es yg mencair di daerah2 kutup. Meskipun itu menelan korban jiwa, tapi menurut saya tidak bisa disebut bencana alam, karena itu ulah manusia. Air hanya taat kepada Tuhan, yaitu mentaati grafitasi. Kok disalahkan, kan gendeng 😕

Gunung meletus juga sama. Bukan bencana, itu berkah secara dialetis. Coba tanya warga merapi, apa peristiwa itu disebut bencana?

Yok opo, ulah sopo yo iki? Pinter banget mengalihkan. Mohon maaf kepada bapak2 wartawan senior, seperti pak widi jawa pos dan semuanya. Ini masukan saja pak, untuk para wartawan, editor, redaktur dan semuanya, kita sama sama pelajari dialektika, kalau gak mudeng sebaiknya segera berhenti jd wartawan. Koyok aku ngene lho pak, ketika sudah rumongso goblok jadi wartawan, males sinau, mending langsung leren. Bismillah sing manteb, perkoro jd pengangguran gak masalah, nikmati saja. Kalau mereka mau mempelajari, ya Alhamdulillah 😁

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s