Unconditional Coffee

Putri Dermawati, wanita berumur 31 tahun pemilik sebuah kedai kecil sederhana di kota Medan. Kepada Rudy sahabatnya, ia berkata, “Jika memang aku diberi jalan menjadi juragan kopi, aku tak mau membatasi orang orang harus membayar dengan uang untuk membeli secangkir kopiku ini”.

“Kamu bisa rugi put”, kata Rudy. 

“Hei Rud, Di jaman sekarang ini apa kau masih percaya jika ada cinta tanpa syarat?” Seseorang yang menerima kita utuh apa adanya; tanpa syarat, tanpa pikir panjang, tanpa mempertimbangkan kondisi ini itu. Sederhana, hanya keduanya merasa bahagia. Sementara kita tau bahwa ia mampu mendapatkan yang lebih dari Kita. 

“Entah put, aku bingung, percaya nggak percaya sih”, jawab Rudy sambil berfikir lagi. 

Sepanjang hidup Putri bersikeras bahwa uang bukanlah penghambat suatu kebaikan. Kopi itu tak bersyarat, baik apa adanya. “Barangkali Tuhan menciptakan kopi agar kita semua bisa berkawan”. Because coffee is connecting people dan kopi harus bisa dinikmati semua kalangan. 

Melalui ketulusan Putri selama 10 tahun, budaya ngopi di Medan berevolusi. Tadinya kopi dianggap minuman orang tua dan minuman mahal, sekarang menjadi minuman paling bergengsi. Mulai dari kopi gunting hingga artisan roastery siap dinikmati semua kalangan. Bahkan tanpa uang sepeserpun, kedainya mampu memberikan secangkir kopi gratis tanpa syarat.

“hanya butuh KEJUJURAN!”, kata Putri saat pertemuan dengan Rudy setelah 10 tahun mereka tak bertemu. 

.

Iklan

2 thoughts on “Unconditional Coffee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s