Secangkir Kopi Penuh Gaya

image
Filosofi secangkir kopi

KOPI – Jujur, perihal ujung kenikmatan dalam kopi, Aku sendiri lebih memilih cangkir daripada glass. Alasannya sederhana, karna ada beberapa hal yang tidak bisa gelas penuhi. Nuansa salah satunya

Tapi di era kekinian seperti ini, acapkali aku terlena dengan benda benda “artisan coffee” sehingga lupa akan sesuatu yang tak kasat mata

Alat alat seduh manual juga gitu. Pacar para brewer dan barista ini sering menjadi acuan kualitas kopi. Padahal kesehatan biji kopi jauh lebih berperan penting. “Janganlah kau makan atau minum dari tumbuhan yang tidak sehat”. Biasa disebut bean deffect / biji cacat. Kapan kapan akan ku jabarkan biji biji seperti apa yang masuk dalam kategory “haram” ini.

Oh iya, malam ini Aku sedikit dapat kabar baik dari semesta, bahwa cangkir ku ini juga tidak akan mempengaruhi kualitas kopiku. Kata semesta, “Hei manusia anak kopi, tampilan hanya akan menyembunyikan apa yang kau minum. Bukankah apa yang kau mau adalah kopi, bukan cangkir?”. Jawabku.. Hmm 😕

Seketika, Aku pun setuju dengan semesta, menganggap kopi adalah kehidupan, sedangkan pekerjaan, uang dan jabatan adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan kita. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita menjadi bodoh, tidak peka dan gagal paham bahwa kopi ini hakekatnya adalah pemberian Sang Maha Pencipta.

Nah, makanya di jaman kekinian ini banyak manusia berstempel “Gaya doank”: sebuah pencintraan visual untuk mendoktrin masyarakat luas dengan tujuan terselubung. Gengsi adalah Tuhan mereka. Gaya doank ini tak hanya ada di dunia hitam, justru pemerintah lah jagonya 😤

Ah sudah lah, nanti malah melebar kemana mana. Lebih baik ku nikmati saja kopiku malam ini dan menyadari sepenuh hati kalau kopiku jauh lebih penting dibanding “gayamu”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s