Kopi Specialty vs Kopi Sachet

image
Kopi Sachet

KOPI – Apa yang kamu visualkan ketika mendengar nama “kopi”? Jujur, kalau aku pribadi, kopi itu berwujud just black: hitam dan tanpa unsur lain selain air. Tak ada gula, susu, choco dkk. Lalu gimana pendapat kamu?

Kopi terbagi menjadi 2 golongan. Pertama, tradisional coffee dan yang kedua adalah modern coffee. Masing-masing golongan tak bisa disalahkan ataupun dibenarkan secara sepihak, karena ada paham bernama “Habitude” atau kebiasaan. Analoginya sama seperti ungkapan “bermusik adalah kebiasaan”. Ia yang terbiasa, ia lah yang berkuasa: menguasai genre music tersebut. Kalau udah terbiasa main musik jazz, suruh main rock ya lucu dan aneh didengar. Begitu juga sebaliknya. Atau contoh lain dalam Agama .. ah sudah lah, ku nikmati kopi ku saja 😄

Sekitar bulan Desember 2015, ada sebuah karya tulisan yang menurutku sangat menarik dibaca bagi para pecinta dan pelaku kopi. Cerita dibawah ini aku kutip dari tukang seduh yang.. hmm .. cukup populer karena keotentikannya. Adalah mas Gilang @kopdaryk (angkringan kopdar), salah satu pelaku “dunia hitam” yang biasa nyeduh di pusat Jogja.

Coffee lovers wajib masup! (Ala kaskus gitu..haha 😄) Silahkan disimak! Aku yakin kalian pasti punya pengalaman unik, lucu atau bahkan bikin bete tentang fenomena Kopi Specialty vs Kopi Sachet. Narasi singkat ini cukup ekspositorik tapi rada sugestif. Ah, apapun itu baiknya di awali dengan secangkir kopi 😝

Bagi teman-teman yang belum tau apa itu “Specialty Coffee”? Lain waktu akan aku coba deskripsikan dan jelaskan sampai tuntas. Mulai dari sejarah asal-usul, philosophy, standarisasi hingga perkembangan trend saat ini. Tentunya dari sudut pandang ‘percipio’ dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada para senior dunia hitam ini 😁 😁

Selamat menikmati! Mari budayakan membaca sampai selesai. Salam sruput…. ☕😁

SUARA HATI SEORANG TEMAN YG DI BULLY KARNA MINUM KOPI SACHET

“Kubilang aku pecinta kopi, tapi kalian tak terima.
Kau tanyakan kopiku specialty atau bukan?
Aku minum kopi sachet.
Malah kau hina aku dengan sebutan macam-macam,
Selera rendah, peminum kopi tidak bermutu, pecinta kopi abal-abal. Hingga suatu saat, kau bilang lidah kami tidak disekolahkan, hanya karena tak bisa menikmati kopi specialty yg “kecut” itu”

“Lantas jika aku minum kopi yang tidak bermutu menurutmu, kau ingin berbuat apa? Menukar kopi kami dengan kopi specialty mu?
Jika aku tak doyan “kopi kecut” bagaimana? apa kau salahkan lagi aku yang bodoh ini?”

“Katamu kopi specialty bisa mensejahterakan petani. Tapi kau lupa, harga kopi specialty lebih dari sepertiga upah kerja kami sehari. Kopi yang kalian gembar-gemborkan cuma bisa kalian nikmati. Tapi tidak mampu kami beli”

“Kami sebut diri kami pecinta kopi. Apa tidak boleh kami mencintai kopi sachet yang mudah diseduh dan dinikmati?”

“Jika kopi yang kami nikmati adalah kopi yang tidak mensejahterakan petani, masih bolehkah kami menjadi pecinta kopi?”

……. The End.

Berbagai opini deskriptif para pecinta kopi pun bermunculan di sosmed. Membuatku tak bisa bicara banyak, cuma bisa mengamati 😝 Ini lah beberapa kutipan mereka (pecinta kopi) yang berkomentar.

(RECENT COMMENT and UPDATE)

“Kata specialty itu bagi saya buat yang bikin dan yang mau minum… Percuma kalo bilang specialty gak pas dihati dan dilidah baik dalam pembuatan dan di sajikan bagi penikmat kopi.. Hehehe
Asep Tanjoeng

“Ekspektasi masyarakat dominan untuk mengkonsumsi kopi sachet, Karena “mereka” terhipnotis media (iklan). Media pun juga ikut serta mempropagandakan hal tersebut”
Tito Setia Pranoto

“Hentikan minum kopi abal abal dan beralih ke kopi speciality. Jika gak mampu ya kembali nikmati kopi abal abal.”
Awal Pulungan

“Kopi yg nikmat adalah kopi yg kita seduh sendiri.hehehe…apapun kopinya jika bisa kopi daerah sendiri yg dikonsumsi,supaya bisa maju bersama.nikmat jika kita menghargainya dari awal proses”
Christian Dewa Perkasa

“Dlm dunia kopi, gk ada bener atau salah. Semua bener, karena menyangkut selera”
Bhima Coffee Roastery

“Ga semua juga bisa nikmatin kopi speciality. Yang mampu beli kopi speciality belilah nikmati, yang cuma mampu beli kopi sachet atau kopi pake gula ya belilah nikmatin. Kalo mengatasnamakan kesejahteraan petani kopi, apa kabar dengan petani tebu. Edukasi boleh tp jangan menhakimi”
Oki Bleksuit

“Penikmat kopi spesialty hanya 15% dari produksi kopi, penikmat soluble kopi/instan itu 70%…ini data ICO…jadi, apapun kopinya, kalo kita suka…akan brasa nikmat.”
– Eris San

“Saya lbh risih kalau yg mengembar gemborkan soal kopi specialty,ternyata yg dijual tdk sesuai dgn apa yg digembar gemborkan”
– Achiles Coffeeroasteri Malang

“Mau kopi apapun, kalau cara menikmatinya dengan benar sesuai selera gak jadi masalah kok, dan jangan pernah menyalahkan peminum kopi saset. Lebih baik kita diskusikan atau memperkenalkan kopi sepeciality. Single origin contohnya, dengan tanpa gula waktu penyeduhannya.”
Adhis Robusta
 
“Harga kopi sachet 2 ribu. Harga kopi specialty 160 – 200 ribu per kg, sekitar 160-200 rupiah per gram. 1 cangkir kopi specialty memerlukan 15 gr, jd sekitar 2000 -3000 per cangkir. Ga beda jauh lah harganya sama kopi sachet.”
Nick Andryanto

“Kata specialty itu bagi saya buat yang bikin dan yang mau minum. Percuma kalo bilang specialty gak pas dihati dan dilidah baik dalam pembuatan dan disajikan bagi penikmat kopi.”
Asep Tanjoeng

“Klo beropini, semua pasti akan memandang hal ini, khususnya kopi sachet dengan kacamatanya dan sesuai pengetahuannya. Terpenting sesuai koceknya. Ngopi yang nikmat adalah saat hati senang”
Erna Dewi (Radja Koffie Bali)

 
“Wah klo ane sih ngak risih ama kopi satsetan, cuma agak mules habis itu.”
Farid Meracuni

“Bagi Saya semua kopi sangat Specialty, sekalipun Kopi Grade 10. Kenapa? Karena setiap kopi yg ditanam, dirawat, dicintai, tumbuh dan menghasilkan itu KOPI SPECIALTY. Sekalipun kopi sortiran. Kopi Yg Bukan SPECIALTY itu bukan Kopi Sachet atau sejenisnya. Tapi Kopi Yg Kita buat dari olastik dll yang tdk bisa diminum oleh seorang Cuppers kelas Menara Eifel atau seorang Tukang cari Rosokan. Lalu Bagaimana dengan Kopi Sachet yg bagi saya juga kopi specialty? Pertanyaannnya Koqk bisa? Misal Kopi Cap Kapal Geni di kemasannya tertulis Special tdk tercantum KOPI PLASTIK , Bisa di minum kan? Bahannya apa? Kopi kan? Bukan plastik, bukan gragal, bukan semen? Coba sesekali Kopi Cap Kapal Geni di seduh pke v60 dan dengan HATI, pasti JELAS LEBIH ENAK. Salam Pendekar Kopi Berampas.”
Markus Surya Pranata

“Bagi saya, minum kopi saset itu bikin sesat. Tapi Saya tidak pernah membully peminumnya. Rahayu Kopi Nusantara, Hitam Bukan Sesat Bukan Saset.”
Asep Oetoenk Sukarna

“Tidak semua kopi speciality kecut (tergantung roasting, origin & varietasnya). Ada juga warung kopi speciality yang jual cuma 5 ribu, tapi ada juga sachet yg benar (tidak ditambah jagung / beras. Sekarang ada kopi ijo yg dicampur kacang hijau). Yang mana aja ga masalah asal kopi bukan jagung, betad ato kacang ijo. Mau kecut, pahit, wangi atau apapun rasanya asal kopi.”
Barto Dahana

….. (still running and to be continues)

Iklan

28 thoughts on “Kopi Specialty vs Kopi Sachet

  1. Dulu Saya suka Kopi Hitam, benar-benar hitam..
    Tapi setelah maag menghampiri Saya, membuat kopi hitam ini menjadi penyebab timbulnya rasa perih dilambung dan membuat Saya menjauhi kopi dalam waktu yang lama dan beralih ke teh.
    Sesekali Saya mencoba untuk menikmati kembali kopi hitam itu, dan hasilnya sama saja. Maag ini kembali meradang. Lalu Saya coba tambahkan susu kedalamnya, alhasil kopi susu itu tidak membawa pengaruh pada maag ini. Ya udah, sampai sekarang Saya memilih untuk menikmati kopi susu setiap pagi.

    Suka

    1. coba cek suhu airnya, kalau diseduh pake air yang panasnya belum paripurna alias masih 60 derajat yo bisa aja bkin mules, selain itu, jangan minum kopi dalam keadaan perut kosong, makanlah dulu agar ritual ngopi lebih nikmat, #salamkopi 🙂

      Disukai oleh 1 orang

  2. Aku sering dibilang aneh dan seperti aki-aki doyan kopi hitam tanpa gula atau susu 😀 [maklum, karna orang-orang sekitarku bukan penikmat kopi]
    Masyarakat Jawa masih tabu melihat wanita yang minum kopi, apalagi dengan jenis seduhan kopi hitam tubruk 😀 [biasanya jamu soalnya Mas] 😀

    Alhamdulillah sekarang udah nggak pernah minum kopi sachet seribuan lagi. Giliran terpaksa minum karena menghargai suguhan bertamu, pinggang selalu sakit setelahnya Mas (seperti bagian ginjal)..,

    Aku tunggu artikel-artikel berikutnya, Mas (Y)

    Disukai oleh 2 orang

    1. Iyaa mbak vita, betul tuh madih tabu cewek minum kopi tubruk 😁

      Duh kasian, coba next time minta air putih 1 gelas buat menetralisir. Insya Allah nggak perih perutnya 😁

      Suka

  3. kalau saya sih kalau ada duit ya ke kopi speciality alias kopi ottentik, bayar duit lebih yo nggak apa-apa, lagian kalau kita jeli, atau kita mau akrab sama pelaku kopi, bisa aja kita dikasih kopi gratis, lakum dinukum lah,,,, intinya kalau mau ngopi sasetan, nggak perlu ke kafe, bikin aja dirumah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s