Arabica Semeru: Kopi dari Tanah Tertinggi di Pulau Jawa

image
Gunung Semeru (photo: indonesia-tourism.com)

Kopi Gunung Semeru masih terdengar asing bagi para pecinta kopi single origin. Meski Semeru adalah primadona para pendaki dan traveler, namun soal kopi, nampaknya Semeru seperti pasif tak terekspos.

Cukup disayangkan ya, padahal dataran tertinggi di Pulau Jawa ini juga punya kopi arabica dengan kualitas bagus. Sebut saja Kopi Semeru. “Kopi kecut” memang selalu bikin “kepincut”. Meski petani di Lereng Gunung Semeru masih tergolong petani kopi baru, tapi untuk memproses dengan pasca panen Natural kualitasnya sudah cukup bagus. Hal ini terlihat dari green bean yang saya terima dari Pak Agustinus (Global Coffee)

BUDAYA HINDU BUDHA dan VARIETAS POHON KOPI LINI S ASAL INDIA

Kita tau bahwa kopi merupakan bagian dari Budaya. Seperti penyebaran Hindu (paham Siwaistis) dari tanah India ke Indonesia yang berpusat di Jawa, salah satunya di Tanah Semeru. Paham ini rupanya meninggalkan pengaruh besar terhadap kepercayaan dan kebudayaan Masyarakat sekitar, khususnya suku Tengger hingga saat ini.

Konon, Gunung Semeru memiliki tempat yang khusus bagi umat Hindu dan Budha di Indonesia pada umumnya, lantaran gunung ini dipersonifikasikan sebagai gunung suci.

So, boleh saja Kita sebut Semeru atau Sumeru, karena itu sama saja. Dalam konteks kosmologi Hindu dan Budha, Semeru berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti Sumeru “Meru Agung”, pusat alam semesta: secara fisik maupun metafisik (spiritual). Gunung ini mereka percaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa (Siwa).

Pohon Kopi Varietas Lini S yang berasal dari India ini banyak ditemukan di dataran dataran tinggi Jawa dengan Budaya Hindu-Budha di sekitarnya, termasuk di tanah Semeru.

KOPI SEMERU VERSI PERCIPIO COFFEE

image
Usai Sangrai Biji Kopi dari Semeru

Pertanda kopi enak, di roasting ya enak enak aja tuh, gampang dan nggak bikin ribet. Ini saya roasting profil light roast. Warna biji sangrai, bubuk dan hasil seduhan nggak terlalu item, mirip teh, tapi “matang”. Ya, matang, karena dalam beberapa kasus, rasa, aroma gula aren dan setengah matang itu bisa menimbulkan kontradiksi atau ‘principium rasa’

Perihal rasa dan aroma memang percipio (persepsi) dan nikmat memang selera setiap individu. Tapi  kamu pasti setuju kalau “kopi kecut” itu berkualitas bagus. Ya minimal ada indikasi buah kopi petik merah matang di pohon.

image
Hasil Pour Over Menggunakan V60

Sederet proses panjang olahan petani lereng Gunung Semeru ini bisa dimahar 60k/pack 250 gram. “Anda pesan, kami roasting”, tentunya biji kopi sudah melewati process selection satu per satu. Jadi tidak ada biji kopi pecah ataupun penyakitan. Kemasan Kopi Khusus import dari Taiwan dilengkapi Alumunium Voil, Zipper dan Valve.

image
PERCIPIO COFFEE, SEMERU

Sejarah, budaya dan kopi selalu menarik diperbincangkan. Tentunya diawali dengan secangkit kopi, karna baiknya perbincangan hangat diawali dari situ. Proses kerja keras petani Semeru ini perlu Kita apresiasi, nikmati setiap momentnya dengan Kopi Anugrah Sang Pencipta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s