Vietnam Drip, Solusi Ekonomis Para Pecinta Kopi

image
Tradisional Rustic Vietnam Drip Indonesia Version

Vietnam drip“, begitu kita menyebutnya. Bukan kopi vietnam drip, karena jika begitu, kopi yang dipakai harus kopi origin dari vietnam dan ada susu kental manis di layer dasar. Saringan tradisional yg mungil nan cute ini saya pakai buat black coffee only, jadi tidak ada unsur lain selain air panas.

Harganya murah banget, dulu saya beli 90k, sekitar 1 tahun yang lalu. Sampe sekarang masih sering saya pakai apalagi saat bepergian. Recomended milik @ottencoffee

image
Vietname drip dan bodum glass

Meski tidak kharismatik, namun karakteristik. Unik, warna kopi yang dihasilkan dari proses ekstraksi bisa sangat glossy/mengkilap. Bahkan dari persepsi saya, ini warna kopi terbaik, terbaik dalam konteks menarik mata. 

Perihal rasa, tentu bisa kita mainkan sesuai selera. Bubuk kopi bisa di tamper / press, jadi bisa menghasilkan body yg beragam meski kopi yang dipakai jenis arabica. Mau pekat banget jelas bisa, seperti yang saya buat ini di kawasan Pegunungan Wonosobo. 10 gram kopi giling lumayan halus (non expresso), 60 ml air panas bersuhu 90°C. Pra-infuse yang tidak biasa, kisaran 60-90 detik. Kenapa lama? Supaya bubuk kopi bisa menyeluruh terbasahi. Sehingga partikel-partikel terurai perlahan. Barulah tuangkan semua airnya.

Kalau enggak terbiasa dengan kopi seperti ini bisa “gliyeng” (pusing). Tapi pusing nikmat dan klimaks, melebihi kenikmatan bir hitam atau vodka. Beberapa temen dan saudara yang saya sodorkan pada “ngliyeng”. “Keras banget”, katanya. Dan saya pun tertawa  saja 😄

Tapi kalau mau soft juga bisa. Layaknya artisan pour over. Bahkan mau main perculasi juga bisa .. haha 😄 Minusnya, karakter kopi bisa berubah dari aslinya dan susah banget terdeteksi lidah. Kalau arabica, acid nangka menjadi menonjol, kalau robusta cukup Chocolaty

SEJARAH VIETNAM DRIP

image
Penggunaan vietnam drip

Tentunya bukan kopi jessica dan tentunya sejarah ini juga belum tentu benar. Jika kopi saja yg nyata kita sayangi setiap hari menimbulkan banyak versi, apalagi sejarah yang tak kasat mata.

Menurut salah satu guru saya di Jogja, konon dahulu kala ketika mesin espresso di italy lagi ngehitz ngehitznya, lagi kekinian, warga vietnam pengen punya tapi tidak mampu membelinya, mengingat ekonomi mereka lagi terpuruk. Sementara konsumsi kopi mereka sangat tinggi. Mereka ngopi untuk kebutuhan, kebiasaan dan menjadi lah tradisi. Berbeda dengan di negeri kita ini yang (maaf) kebanyakan dari kita ngopi untuk livestyle biar kekinian 😄

Kembali lagi, dari faktor ekonomi itu lah kreativitas muncul. “Efek ngopi” mengalir membasahi setiap apapun yang dilaluinya. Sebuah ide tidak membutuhkan apapun kecuali berpikir, berpikir dan berpikir. Alhasil terciptalah alat saringan kopi murah meriah awet enak dengan “kiblat rasa” espresso yang mahal nan canggih kaya fitur.

Perlahan dari tahun ke tahun beredar ke seluruh dunia. Bahkan saat ini hampir di setiap cafe-cafe ataupun kedai kopi tersedia dalam menu, dengan julukan “Vietnam Drip” atau saringan tetes dari Vietnam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s