Kedai Kopi Kawasan Bukit Watu Lumbung Bernuansa Rustic Exotic

image
Kopi Pantai Parangtritis

Akhir-akhir ini semakin banyak kedai-kedai kopi bermunculan. Jelas hal ini karena peran media dalam hal publikasi. Entah berupa liputan, film, buku, blog dan artisan sosmed lainnya.

Namun disayangkan, sangat jarang kedai kopi yang mengusung nuansa rustic house. Padahal menurut saya pribadi tema ini sangat menarik. Kedai kopi menggunakan furniture serba kayu “Natural Weathered Processing” yang lapuk termakan usia: kering karena panas matahari dan basah karena hujan

THE CABIN RUSTIC HOUSE

image

Konon, di Eropa, Rustic House menjadi tempat favorite untuk bulan madu atau memadu kasih. Cabin yang berada di tengah hutan, perbukitan atau tepi danau.

KEDAI KOPI KAWASAN BUKIT WATU LUMBUNG

image
Senja di Watu Lumbung

image
Malam hari di salah satu kedai kopi kawasan bukit watu lumbung

Dalam foto di atas adalah salah satu kedai dengan nuansa rustic yang Kami temukan di kawasan bukit Watu Lumbung, sebelum Pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Banyak sekali hal menarik tentang tempat ini yang tidak bisa saya tuliskan semuanya. Mungkin next trip kalau ada sumur diladang.

Saya sebutkan sebagian saja. Misalnya, di salah satu kedai di bukit watu lumbung ini Kita bisa barter buku dengan menu makanan dan minuman yang kita pesan, tanpa perlu membayar dengan uang. Wow, enak bukan. Seperti kembali ke jaman nenek moyang kita.

Lalu perihal kekinian, sunset juga excotic nan syahdu, dengan panorama pantai dan bukit-bukit. Kalau kemarin di Posong kita bisa melihat 7 puncak gunung sekaligus, di Watu Lumbung ini kita bisa melihat 4 gunung sekaligus, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, serta Sumbing.

Tema rustic tradisional sangat kuat disini. Mulai dari meja, kursi, serve, cangkir, piring hingga lighting.

RUSTIC WOOD THEME

Kembali ke topik awal, Rustic Wood terbagi menjadi dua. Pertama, kayu golongan elit menggunakan kayu tua, langka dan tergolong “fosil” dan harganya tentu sangat mahal. Kedua, kayu golongan seadanya, menggunakan kayu seadanya yang mudah diperoleh di sekitar. Apapun pilihannya, nuansa yang dihasilkan tetap sama, natural.

Kita tau jika para coffee enthusiast sendiri lebih mencintai hal-hal yang berbau natural. Saya analogikan misalnya kopi yang mereka minum. Kalau ada satu kopi dengan pilihan 2 proses pasca panen, natural (kering) dan full wash (basah), mereka pasti lebih excited minum kopi yang proses natural dengan persepsi bahwa flavour and taste lebih kuat

Selain rustic wood, ada juga sebagian kedai yang memilih menggunakan nuansa nature dengan tumbuh-tumbuhan serba hijau. Media tanam pilihan serba alam dan lighting yang klasik minimalis. Japanese menjadi acuan mereka

Tema Rustic Wood bisa menambah referensi tema coffee shop Anda. Sekian dulu, lain kali akan saya review lagi kedai atau cafe lainnya, tentunya ketika ada kopi sebagai suguhan yang dikedepankan. Karena baiknya, cerita diawali dengan secangkir kopi

Iklan

10 thoughts on “Kedai Kopi Kawasan Bukit Watu Lumbung Bernuansa Rustic Exotic

      1. Wah. Pengen banget ih,
        Tapi beberapa bulan ke depan aku lagi nyelesein Tugas Akhir dulu Mas Dicko. .
        Ngerampungin kuliah dulu. Biar cepet2 wisuda terus kerja. Biar ngerasain megang uang sendiri gitu hehe

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s