Jadikan Kopi Sebagai Kebutuhan

image

Jadikan kopi sebagai sebuah kebutuhan. Sehingga mereka (pelanggan) rela datang lagi jauh-jauh mau beli atau minum karena butuh. Karena butuh adalah bentuk emosi, maka tak perlu “minder” dengan kedai

sebelah yang lebih keren artistik, lebih modern dan serba canggih. Cukup apa adanya aja. Terpenting adalah bangun komunikasi dengan pelanggan. Kamu bisa menanyakan hal-hal ringan seperti, “Gimana rasa kopinya mas, kurang apa?” atau “Apa kopinya cocok dengan seleranya mas?”

Jika cafe kamu banyak menu non coffee, menurutku tidak perlu juga menuliskan banyak menu kopi disitu. Kalau mau pesan kopi, maka bisa tulis saja “mendekatlah ke barista”. Karna dalam beberapa kasus, sering saya temui ungkapan kekecewaan teman terhadap kopi yang disajikan kedai2 tertentu. Bahayanya, hal semacam itu bisa merusak nama baik kopi itu sendiri. Padahal kita tau “ada mis komunikasi antara pembuat kopi dan peminum kopi”.

Bukannya mau mengagungkan kopi saja, tapi faktanya kopi dari dulu memang sudah agung. Makanya nama embel-embel “coffee” selalu menjadi andalan, dan kebanggaan pemilik cafe. Meskipun kualitas kopi masih (maaf) buruk. Entah itu sudah tidak fresh, profil roasting yang terlalu gelap atau perihal takaran yang tidak sesuai selera pelanggan.

Jika pelanggan butuh, begitu juga kamu: kalian pebisnis rela menyediakan kopi ini itu untuk disuguhkan. Jika kamu butuh, maka kalian bangun usaha itu sebagai tempat ngopi, mengapresiasi kopi dan tempat paling nyaman.

Nyaman pun juga bentuk emosi. Ada nyaman situasi dan nyaman lidah. Kalau kamu sendiri sebagai pemilik sudah bisa bener bener nyaman, kamu pun bisa berbagi kenyamanan dengan pelangganmu sepenuh hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s