Jangan Pulang, Kopiku!

image

Kopi malam ini begitu pekat. Sepintas dalam memoriku lihat wajahmu. Oke, kuputuskan sejenak bernostalgia dengan kenangan kita di masalalu. Masa dimana kau mencintaiku begitu kuatnya. Memperlakukan ku begitu spesial dari pada pria lainnya.

Saat perkenalan itu menjadi teman, menjadi kawan, menjadi adik, dan menjadi menjadi sosok lebih berarti lainnya.

Hai wanita dewasa yang rela memberikan apa saja untukku. Jika kau tau, dewasa ini Aku banyak belajar darimu. Meski saat itu aku tak bisa membalas cintamu, dengan mu aku telah belajar mencium hitammu, merasakan kenikmatanmu dan merelakan sedikit waktu untuk bercumbu denganmu, kopi.

“Santai dulu lah ko, baru jam segini. Masih keburu kok. Kita ngopi dulu lah”, pintamu saat ritual ngopi pagi yang tlah menjadi kebiasaanmu.

Aku tau, aku seperti kopi bagimu. Kenikmatan pertama yang kau cari saat membuka matamu. “But first coffee“. Tak ada minuman lain, dimanapun kopi lah yang kau cari. Aku pun begitu, hingga hari-hari panjang kita berdua selaras nikmatnya.

Banyak keraguan, suka duka, dan setia tlah mengenyangkan hatimu. Pengorbanan demi pengorbanan kau berikan hanya untuk membahagiakanku. Sedih, andai saja aku mampu membalasnya. Jangankan mencintaimu, peduli pun aku tak mau.

Langit pun semakin menghitam begitu saja. “Aku pulang dulu ya”, pamitku tengah malam itu.

Kau pun membisu tanpa menatapku lalu bergegas masuk ke dalam kamarmu. Aku pun menyusulnya, lalu ku tanyakan ada masalah apa.

“Jangan Pulang”, pintamu dalam tangis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s